Selasa 21 Juli 2026 - 22:50
Ayatullah Jawadi Omuli: Rahbar adalah Sosok yang Kami Setujui

Hawzah / Ayatullah Jawadi Omuli dengan menjelaskan teks doa jenazah untuk pemimpin yang syahid, menjelaskan batas antara kesyahidan khusus dan kesyahidan umum, serta mengingatkan tugas masyarakat saat ini terhadap Wali Al-Faqih.

Berita Hawzah  Ayatullah Jawadi Omuli menjelaskan bagian-bagian doa jenazah untuk pemimpin yang syahid.

"Kami, jika Anda perhatikan (dalam doa jenazah untuk pemimpin yang syahid), telah memisahkan batasan syahid dari batasan pembunuhan biasa.

Syahid memiliki makna umum: 'Barang siapa yang terbunuh karena kezaliman yang menimpanya, maka ia adalah syahid.' Ini adalah nash-nash (teks keagamaan) yang bersifat mutlak. Jika seseorang terbunuh di jalan kebenaran, terbunuh karena mempertahankan hartanya, terbunuh karena mempertahankan kehormatan dirinya — 'Barang siapa yang terbunuh karena hartanya secara zalim, maka ia adalah syahid' — ini adalah kesyahidan dalam arti yang umum.

Akan tetapi, kesyahidan dalam arti khusus, yaitu ketika kita mengatakan bahwa orang ini adalah syahid, maka itu berbeda dengan mayat (orang biasa)."

Oleh karena itu, dalam pembahasan salat (salat jenazah untuk pemimpin yang syahid), ketika pembicaraan menyangkut perlindungan terhadap Islam, Al-Qur'an, dan Ahlulbait, serta kesungguhan besar dan mulia dari syahid ini — 'semoga Allah meridhainya' — yaitu perjuangan dan usaha beliau serta para pendampingnya, maka beliau disebut sebagai 'syahid':

«اللهم، اللهم، اللهم إنه نزل عندک شهیداً للاسلام و القرآن و العتره»

'Ya Allah, ya Allah, ya Allah, sesungguhnya ia telah datang menuju sisi-Mu sebagai seorang syahid demi Islam, Al-Qur'an, dan Ahlulbait as.'

Dan ketika pembicaraan menyangkut pemeliharaan kemerdekaan Iran, negeri Iran, ekonomi Iran, dan kehormatan/kedaulatan Iran, serta ungkapan-ungkapan seperti itu, maka beliau disebut sebagai 'qatil' (orang yang terbunuh).

«اللهم، اللهم، اللهم إنه نزل عندک قتیلاً للإسلام، قتیلاً للأمة المسلمة، قتیلا لسیاستها ، قتیلا لصیانتها قتیلا لکیانها، قتیلا لعظمتها و سیادتها و مولویتها و وحدتها»

'Ya Allah, ya Allah, ya Allah, sesungguhnya ia telah datang menuju sisi-Mu sebagai seorang yang terbunuh (qatil) demi Islam, demi umat Islam, demi politiknya, demi penjagaannya, demi eksistensinya, demi keagungan, kedaulatan, kepemimpinan, dan kesatuannya.'

Syahid dalam makna umum mencakup semua hal ini, karena prinsip dasarnya adalah: 'Barang siapa yang terbunuh karena mempertahankan haknya, maka ia adalah syahid.'

Namun sekarang, apakah tugas kita terhadap Waliyul Faqih (pemimpin tertinggi)?

Tokoh besar yang kini duduk di tempat beliau (semoga Allah menjaganya), adalah orang yang saleh penerus orang yang saleh, bagi kami benar-benar dapat diterima bahwa beliau telah menduduki tempatnya dan melanjutkan pemikirannya, serta meneruskan pekerjaannya. Tugas kita adalah mendukung beliau; sebagaimana kita mendukung Rahbar sebelumnya, tugas kita adalah menjaga beliau; sebagaimana kita menjaga tokoh besar sebelumnya. Inilah tugas kita.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha